YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan kembali menghadirkan gelaran Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) pada tahun ini. Setelah sebelumnya gelaran ikonik Kota Yogyakarta itu sempat hiatus pada 2025 karena adanya efisiensi anggaran.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, gelaran WJNC 2026 akan diterapkan dengan konsep baru. Jika sebelumnya WJNC digelar dalam waktu satu sampai dua hari, kini bakal diperpanjang menjadi sepekan penuh.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa perpanjangan durasi gelaran WJNC diterapkan untuk meningkatkan jumlah dan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta, serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Kami rencanakan WJNC itu nanti akan menjadi Pekan WJNC. Durasinya diperpanjang seminggu sehingga akan lebih banyak mendatangkan wisatawan dan turis dari mancanegara,” ujar Hasto, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, langkah strategi itu akan berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Sebab, semakin lama kegiatan tersebut digelar, maka bakal menarik lebih banyak antusias wisatawan serta memperluas potensi transaksi UMKM.
“Kami ingin nilai perputaran ekonomi lebih tinggi. Jadi kami perpanjang supaya impact (dampak) terhadap ekonomi meningkat,” katanya.
Selain diperpanjang, lokasi gelaran karnaval tersebut juga bakal bergeser ke kawasan Malioboro. Lantaran kawasan Malioboro dianggap memiliki magnet atau daya tarik lebih kuat bagi wisatawan.
“Meski begitu, kawasan Tugu Jogja masih tetap dipakai untuk supporting event (acara pendukung). Nanti kami akan kerja sama dan berkolaborasi dengan mitra swasta untuk dorong kreativitas lewat side event,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto berharap perubahan konsep gelaran WJNC tersebut bisa mendorong lonjakan jumlah pengunjung di Kota Pelajar. Dia memaparkan berdasarkan data, tercatat ada sekitar 40 ribu sampai 60 ribu pengunjung dalam puncak acara WJNC sebelumnya. Jika gelaran tersebut diperpanjang menjadi sepekan, maka Hasto berharap peningkatan jumlah pengunjung lebih dari dua kali lipat.
“Kalau sudah diperpanjang satu minggu tapi naiknya hanya dua kali lipat, menurut saya kurang. Jadi harapannya jumlah kunjungan bisa lebih meningkat,” paparnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menjelaskan bahwa WJNC termasuk salah satu dari rangkaian event untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta. Meski gelaran WJNC diperpanjang menjadi sepekan, namun tidak semuanya berupa kegiatan karnaval jalanan.
“WJNC itu salah satu event puncak dalam rangkaian peringatan HUT Kota Yogyakarta. WJNC tetap ditangani pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, bedanya kami mengajak swasta untuk mengisi berbagai event yang digelar bersamaan,” terangnya.
Lewat kolaborasi itu, diharapkan bisa semakin memperkuat branding Kota Yogyakarta sebagai destinasi berbasis event atau Kota Festival. Ke depan, Pemkot Yogyakarta juga akan orkestrasi kegiatan lintas dinas agar lebih terarah, terkurasi, dan saling mendukung.
“Jadi kami coba mengubah yang selama ini orang datang ke Jogja karena kebetulan ada acara. Kami berharap ke depan orang datang ke Jogja karena ingin melihat event itu,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












