• Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

WJNC Bakal Kembali Digelar Tahun Ini, Pemkot Yogyakarta Siapkan Konsep Baru

Pemkot Yogyakarta akan menggelar Wayang Jogja Night Carnaval 2026 selama sepekan dengan konsep baru di kawasan Malioboro untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi.

byredaksi
April 17, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suasana kawasan Tugu Pal Putih, ikon Kota Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Suasana kawasan Tugu Pal Putih, ikon Kota Yogyakarta, Jumat (17/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan kembali menghadirkan gelaran Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC) pada tahun ini. Setelah sebelumnya gelaran ikonik Kota Yogyakarta itu sempat hiatus pada 2025 karena adanya efisiensi anggaran.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, gelaran WJNC 2026 akan diterapkan dengan konsep baru. Jika sebelumnya WJNC digelar dalam waktu satu sampai dua hari, kini bakal diperpanjang menjadi sepekan penuh.

BERITA MENARIK LAINNYA

Perkuat Branding Kota Festival, Pemkot Yogyakarta Siapkan Kalender Event demi Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Pemkot Yogyakarta Geser Fokus Penerima Manfaat MBG ke Ibu Hamil dan Balita

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa perpanjangan durasi gelaran WJNC diterapkan untuk meningkatkan jumlah dan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta, serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kami rencanakan WJNC itu nanti akan menjadi Pekan WJNC. Durasinya diperpanjang seminggu sehingga akan lebih banyak mendatangkan wisatawan dan turis dari mancanegara,” ujar Hasto, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, langkah strategi itu akan berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Sebab, semakin lama kegiatan tersebut digelar, maka bakal menarik lebih banyak antusias wisatawan serta memperluas potensi transaksi UMKM.

“Kami ingin nilai perputaran ekonomi lebih tinggi. Jadi kami perpanjang supaya impact (dampak) terhadap ekonomi meningkat,” katanya.

Selain diperpanjang, lokasi gelaran karnaval tersebut juga bakal bergeser ke kawasan Malioboro. Lantaran kawasan Malioboro dianggap memiliki magnet atau daya tarik lebih kuat bagi wisatawan.

“Meski begitu, kawasan Tugu Jogja masih tetap dipakai untuk supporting event (acara pendukung). Nanti kami akan kerja sama dan berkolaborasi dengan mitra swasta untuk dorong kreativitas lewat side event,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto berharap perubahan konsep gelaran WJNC tersebut bisa mendorong lonjakan jumlah pengunjung di Kota Pelajar. Dia memaparkan berdasarkan data, tercatat ada sekitar 40 ribu sampai 60 ribu pengunjung dalam puncak acara WJNC sebelumnya. Jika gelaran tersebut diperpanjang menjadi sepekan, maka Hasto berharap peningkatan jumlah pengunjung lebih dari dua kali lipat.

“Kalau sudah diperpanjang satu minggu tapi naiknya hanya dua kali lipat, menurut saya kurang. Jadi harapannya jumlah kunjungan bisa lebih meningkat,” paparnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menjelaskan bahwa WJNC termasuk salah satu dari rangkaian event untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta. Meski gelaran WJNC diperpanjang menjadi sepekan, namun tidak semuanya berupa kegiatan karnaval jalanan.

“WJNC itu salah satu event puncak dalam rangkaian peringatan HUT Kota Yogyakarta. WJNC tetap ditangani pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, bedanya kami mengajak swasta untuk mengisi berbagai event yang digelar bersamaan,” terangnya.

Lewat kolaborasi itu, diharapkan bisa semakin memperkuat branding Kota Yogyakarta sebagai destinasi berbasis event atau Kota Festival. Ke depan, Pemkot Yogyakarta juga akan orkestrasi kegiatan lintas dinas agar lebih terarah, terkurasi, dan saling mendukung.

“Jadi kami coba mengubah yang selama ini orang datang ke Jogja karena kebetulan ada acara. Kami berharap ke depan orang datang ke Jogja karena ingin melihat event itu,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: MalioboroPemkot YogyakartaWali Kota Hasto WardoyoWawan HarmawanWayang Jogja Night CarnavalWJNC

Related Posts

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memaparkan langkah strategis Pemkot Yogyakarta untuk memperkuat branding Kota Festival di Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta, Kamis (16/4/2026).

Perkuat Branding Kota Festival, Pemkot Yogyakarta Siapkan Kalender Event demi Dongkrak Kunjungan Wisatawan

April 17, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ditemui di Balaikota pada Rabu (15/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Geser Fokus Penerima Manfaat MBG ke Ibu Hamil dan Balita

April 16, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) penerima program bedah rumah di Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (12/4/2026).

Wali Kota Hasto Wardoyo Targetkan 200 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Yogyakarta Selesai Diperbaiki Tahun Ini

April 13, 2026
Sejumlah wisatawan sedang naik andong di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (26/3/2026).

Ketiban Berkah Libur Lebaran, Kusir Andong Malioboro Sehari Narik Empat Rombongan

March 27, 2026
Sejumlah wisatawan mengabadikan momen di Kawasan Malioboro menggunakan jasa fotografer saat libur lebaran.

Masih Jadi Destinasi Favorit, Selama Libur Lebaran Malioboro Dikunjungi 286 Ribu Wisatawan

March 25, 2026
Arus Lalu Lintas di Titik Nol Kilometer Ramai Terkendali pada H+2 Lebaran

Arus Lalu Lintas di Titik Nol Kilometer Ramai Terkendali pada H+2 Lebaran

March 24, 2026
Next Post
Mediasi tripartit sengketa pesangon PT Mataram Tunghal Garment (MTG) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Jumat (17/4/2026). (Hadid Pangestu)

Manajemen Absen, Mediasi Sengketa Pesangon PT MTG di Sleman Belum Temui Titik Terang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.