YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan tempat penitipan anak (TPA) atau daycare pengganti bagi anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Langkah tersebut diambil Pemkot Yogyakarta untuk memastikan orang tua korban tetap bisa mengakses pelayanan penitipan anak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan ada sebanyak 15 daycare pengganti yang disiapkan.
Sejumlah korban anak pun mulai mengikuti pembelajaran di salah satu daycare pengganti tersebut sejak Rabu (29/4/2026). Satu di antara daycare yang dimaksud adalah TPA/KB/TK Inklusi Pelangi Anak Negeri Yogyakarta di Jalan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
“Anak-anak yang jadi korban, kami carikan daycare lain yang amanah dan berizin. Kami menitipkan beberapa anak dari daycare Little Aresha di sini. Dicek yang sudah dititipkan ada tujuh anak,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Berbeda dengan Little Aresha, daycare tersebut sudah berizin, memiliki standar operasional, dan fasilitas pengasuhan yang baik untuk anak-anak. Di antaranya daycare itu dilengkapi fasilitas CCTV yang mengamati masing-masing kamar.
“Ruangannya juga ber-AC, tidak lembab, dan saya lihat aktivitasnya dipandu guru dan pengasuh dengan jumlah banyak. Mudah-mudahan dengan dipindahkan di sini (TPA Inklusi Pelangi Anak Negeri Yogyakarta) nanti akan jauh lebih baik,” paparnya.
Hasto menyebut, lima di antara tujuh anak-anak tersebut membutuhkan perawatan khusus atau inklusif. Sebab ada yang mengalami gangguan bicara, memiliki kelainan sejak lain semisal down syndrome, hiperaktif, autis, dan kelainan neurologik. Sedangkan, dua anak lainnya masih bayi dan sudah bisa berkomunikasi normal.
“Sebenarnya kami sudah menawari 15 daycare pengganti kepada orang tua korban. Cuma orang tuanya kan tidak langsung memutuskan. Kami tawarkan mereka bisa memilih 15 daycare itu. Untuk biaya akan kami tanggung sampai tiga bualn ke depan. Kami siapkan anggaran biar orang tua yang mengalami tekanan secara psikis bisa terbebas dari pemikiran masalah biaya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











