YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jajaran Polresta Yogyakarta dan Polsek Umbulharjo bergerak cepat merespon aksi tawuran pelajar yang terjadi di simpang empat barat Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, pada Selasa (5/5/2026). Petugas kepolisian pun mengamankan dua orang pelajar dalam aksi tersebut.
Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengungkapkan dua orang pelajar yang diamankan itu adalah pengendara dan pembonceng yang jatuh dari sepeda motor saat aksi itu berlangsung. Dua pelajar itu kini diamankan di Polresta Yogyakarta.
“Ada dua orang diamankan, yakni pengendara dan pembonceng. Saat ini sedang dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polresta Yogyakarta,” kata Dani, Selasa (5/5/2026).
Dia menyampaikan, aksi tawuran itu terjadi karena diduga ada penyerangan dan provokasi dari rombongan pelajar. Kericuhan itu melibatkan siswa dari dua SMK di Kota Yogyakarta.
Dani mengungkapkan, kronologi kejadian bermula ketika rombongan pelajar yang tidak diketahui identitasnya diduga telah melakukan pelemparan batu di salah satu SMK wilayah Umbulharjo, pada Selasa (5/5/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
“Rombongan itu berusahan masuk ke dalam SMK, namun pintu gerbangnya tertutup, sehingga hanya menggedor-gedor,” jelasnya.
Kemudian, lanjut dia, rombongan pelajar tersebut pergi menuju SMK lain yang masih berada di wilayah Umbulharjo. Tak lain SMK swasta di dekat Mandala Krida Kota Yogyakarta. Di sana, rombongan pelajar tersebut melakukan penyerangan kepada siswa yang sedang berada di depan sekolah. Hingga terjadilah kericuhan antarpelajar.
Tak lama kemudian, jajaran personel Polsek Umbulharjo datang ke lokasi dan meredam situasi.
“Satu sepeda motor rombongan pelaku terjatuh. Kemudian pengendara dan pemboncengnya berhasil diamankan personel Polsek Umbulharjo,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











