• Tentang Kami
Wednesday, December 10, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Sri Sultan HB X Tekankan Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Agar Inflasi Terkendali

Gubernur DIY juga menyebut, pertanian menjadi sektor kunci pengendalian inflasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan efisiensi irigasi, penyimpanan, dan transportasi untuk menjaga pasokan tetap stabil.

byredaksi
November 11, 2025
in Bisnis, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Aktivitas Gerakan Pangan Murah di Lapangan Timbulharjo, Sewon, Bantul yang diinisiasi Pemkab Bantul untuk atasi inflasi, Selasa (16/9/2025)

Aktivitas Gerakan Pangan Murah di Lapangan Timbulharjo, Sewon, Bantul yang diinisiasi Pemkab Bantul untuk atasi inflasi, Selasa (16/9/2025). [Dok Pemkab Bantul]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan DIY per Oktober 2025 mencapai 2,90 persen yoy, masih dalam rentang sasaran nasional. Angka ini bukan hanya statistik, tetapi bukti nyata hasil kerja kolektif seluruh unsur TPID dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025 di Royal Ambarrukmo Hotel, Senin (11/11/2025). Rakorda kali ini diselenggarakan pada momentum yang sangat krusial karena DIY berada di titik keseimbangan antara keberhasilan menjaga stabilitas harga dan tantangan mempertahankannya di tengah tekanan musiman akhir tahun.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sampah Kembali Penuhi Sungai Code, Hasto Wardoyo: Kami Bakal Tindak Tegas

Pemda DIY Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra

“Rakorda TPID kali ini, diselenggarakan pada momentum yang sangat krusial. Kita berada di titik keseimbangan, antara keberhasilan menjaga stabilitas harga, dan tantangan mempertahankannya di tengah tekanan musiman akhir tahun,” ujar Sri Sultan mengutip dari laman Pemda DIY.

Sri Sultan mengingatkan, menjelang Natal dan Tahun Baru, tekanan inflasi biasanya meningkat karena permintaan komoditas naik sementara pasokan menurun pascapanen. “Jika tidak diantisipasi, gejolak harga bisa menekan daya beli masyarakat,” tegas Sri Sultan.

Sri Sultan berharap forum TPID tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga wadah memperkuat ekosistem kolaboratif antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. “Kita ingin inflasi terkendali dengan cara yang berkeadilan, yakni harga stabil di pasar, namun petani tetap sejahtera,” tambahnya.

Gubernur DIY juga menyebut, pertanian menjadi sektor kunci pengendalian inflasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan efisiensi irigasi, penyimpanan, dan transportasi untuk menjaga pasokan tetap stabil. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan delapan langkah strategis menjelang akhir tahun, di antaranya memperkuat cadangan pangan daerah, peran BUMD sebagai penggerak ekonomi pangan, dan perluasan akses kredit pertanian.

Upaya lain mencakup kerja sama antar daerah untuk menjaga keseimbangan stok, percepatan hilirisasi produk, dan penguatan digitalisasi pertanian guna memprediksi pola tanam dan permintaan pasar. Perlu juga dilakukan edukasi publik agar masyarakat tidak melakukan pembelian panik serta pengurangan peran perantara agar nilai tambah dapat langsung dinikmati petani.

“Inflasi dapat ditekan, karena tidak ada spekulasi dan distorsi harga di tengah rantai pasok,” ucap Sri Sultan.

Sri Sultan menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjaga keseimbangan antara harga konsumen dan kesejahteraan produsen. “Pemerintah, BUMD, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, semua harus melu handarbeni lan hangrukebi, merasa memiliki dan ikut menjaga,”tutup Sri Sultan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menjelaskan bahwa inflasi DIY masih terkendali meski sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data BPS, IHK DIY pada Oktober 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,42 persen (mtm), naik dari 0,15 persen (mtm) pada September. Secara tahunan, inflasi DIY mencapai 2,90 persen (yoy), lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (1,57 persen yoy) dan sedikit di atas inflasi nasional.

Kenaikan harga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta pendidikan. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, beras, dan kelapa, sementara bawang putih, cabai rawit, dan kangkung justru mengalami penurunan harga.

“DIY masih menjadi salah satu provinsi dengan inflasi yang relatif rendah di Jawa dan tetap berada dalam koridor target nasional,” ujar Sri Darmadi.

Secara umum, ekonomi DIY tumbuh 5,40 persen (yoy) pada triwulan III 2025, tertinggi di Pulau Jawa meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor konstruksi, industri pengolahan, jasa pendidikan, serta akomodasi dan makan-minum. BI menilai sinergi antar sektor tersebut menjadi penopang stabilitas harga di tengah tekanan musiman akhir tahun.

BI DIY juga mendorong keterlibatan lembaga sosial melalui pemanfaatan dana sosial (social fund) komunitas untuk pengendalian inflasi. Skema ini terbukti membantu menstabilkan harga saat panen raya dan menjaga nilai tukar petani, sekaligus menyeimbangkan pasokan antara wilayah surplus dan defisit pangan di DIY.

Dalam jangka panjang, BI merekomendasikan penguatan inovasi pertanian digital dan pengaturan pola tanam berbasis data iklim. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) di sektor pangan dinilai dapat meningkatkan efisiensi produksi, sementara sistem resi gudang dan Geoportal Ekonomi DIY membantu memperkuat rantai pasok serta kerja sama antar daerah.

“Upaya menjaga stabilitas harga harus disertai komunikasi publik yang efektif,” tegas Sri Darmadi.

Ia optimistis inflasi DIY akan tetap terkendali hingga akhir tahun, termasuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Sinergi antara TPID, BUMD, Bulog, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi utama terciptanya stabilitas harga yang berkeadilan bagi semua pihak.

Tags: inflasiketahanan panganpertanianSri Sultan Hamengku Buwono Xstabilitas hargaYogyakarta

Related Posts

Warga mengamati suasana di sekitar kawasan Sungai Code, Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Sampah Kembali Penuhi Sungai Code, Hasto Wardoyo: Kami Bakal Tindak Tegas

December 9, 2025
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tiga dari kiri), menyerahkan bantuan uang tunai secara simbolis dari Pemprov DIY untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025).

Pemda DIY Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra

December 9, 2025
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi

PDIP DIY Gelar Konferda dan Konfercab Besok, Agenda Utama Penetapan Ketua DPD dan DPC

December 5, 2025
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pemerintah Anggarkan Rp19 Miliar Revitalisasi Jembatan Kewek yang Kritis

December 4, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo

Kebijakan Full Pedestrian Malioboro Masih Tahap Identifikasi, Wali Kota Yogyakarta: Masih Parsial

December 4, 2025
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) usai rapat di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025).

Uji Coba Malioboro Full Pedestrian Picu Maraknya Parkir Liar, Sri Sultan HB X Minta Evaluasi Menyeluruh

December 4, 2025
Next Post
Ilustrasi pelatihan kerja

Pengangguran Nasional Menurun, DIY Jadi Contoh Profil Pasar Kerja yang Relatif Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.