• Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kekerasan di Daycare Little Aresha Sudah Dilakukan Turun-Temurun

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

byredaksi
April 28, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta. Tindakan kekerasan anak yang dilakukan para pengasuh daycare di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu ternyata atas perintah Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus itu. Di antara belasan tersangka itu dua orang merupakan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah, sedangkan 11 tersangka lainnya adalah pengasuh daycare tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

Orang Tua Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Temui LPSK, Minta Pendampingan dan Hak Restitusi

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

“Kalau untuk aturan tertulis atau tata cara atau SOP itu tidak ada. Namun mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh Ketua Yayasan. Hal itu disampaikan secara lisan, secara langsung oleh Ketua Yayasan dan itu semua keterangan dari 11 pengasuh,” ujarnya.

Begitu juga dengan kepala sekolah, Adrian menyebut kepala sekolah dan ketua yayasan punya peran yang sama. Sebab, mereka dikatakan selalu hadir setiap pagi hari.

“Mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak. Jadi mereka mengetahui dan menyuruh melakukan hal itu,” ucapnya.

“Selain itu apa yang dilakukan pengasuh disampaikan turun-menurun. Artinya sebelum mereka sudah ada yang bekerja dan cara-cara itu disampaikan sama senior-senior mereka yang sudah keluar,” papar dia.

Mirisnya, 53 dari 103 balita yang dititipkan di daycare tersebut terverifikasi mengalami kekerasan. Adrian menyebut anak-anak malang itu mengalami perlakuan tak manusiawi sejak datang ke daycare pada pagi hari.

“Jadi langsung dari pagi hari. Nanti pas mau makan baru (anak-anak) dipakaikan baju dan difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada orang tua,” ujarnya.

Sedangkan orang tua murid, lanjutnya, memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam area daycare. Orang tua hanya dibolehkan masuk saat mendaftarkan anak untuk melihat fasilitas daycare.

“Namun setelah anak terdaftar jadi siswa, hanya bisa (dijemput dan diantar) di depan pagar. Untuk CCTV sebenarnya ada tiga titik, tapi mengarah ke jalan luar, tempat permainan, dan ruang tunggu tamu. Sedangkan di kamar-kamar tidak ada CCTV,” kata dia.

Lebih lanjut, pihak kepolisian sudah melakukan visum terhadap tiga orang korban anak. Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan rata-rata anak mengalami luka di bagian pergelangan tangan.

“Artinya mungkin itu luka dari ikatan. Namun kami masih mendalami lagi,” tuturnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanKetua YayasanKompol Rizky AdrianPolresta Yogyakarta

Related Posts

Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, mengatakan bahwa kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta bukan sekadar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, pada Rabu (29/4/2026).

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

April 30, 2026
Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY untuk minta perlindungan hukum dan psikologis, pada Rabu (29/4/2026).

Orang Tua Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Temui LPSK, Minta Pendampingan dan Hak Restitusi

April 30, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Selasa (29/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Kawal Pendampingan Psikologis dan Tumbuh Kembang Korban Daycare Little Aresha

April 29, 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Intruksikan Daycare Tidak Berizin Langsung Ditutup

April 29, 2026
Tembok bangunan Daycare Little Aresha yang digerebek polisi penuh coretan kata makian dari orang tak dikenal, pada Selasa (28/4/2026).

Imbas Tindak Kekerasan Anak Terungkap, Bangunan Daycare Little Aresha Penuh Coretan Makian

April 28, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut 33 daycare belum berizin saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (28/4/2026).

Serupa Little Aresha, Wali Kota Hasto Wardoyo Sebut 33 Daycare di Yogyakarta Belum Berizin

April 28, 2026
Next Post
Jumpa Pers kasus pencurian demung slendro di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4/2026).

Residivis Curi 7 Bilah Demung Slendro di FIB UGM, Dijual ke Rosok Rp1,8 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.