• Tentang Kami
Senin, September 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kekerasan di Daycare Little Aresha Sudah Dilakukan Turun-Temurun

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

byredaksi
April 28, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta. Tindakan kekerasan anak yang dilakukan para pengasuh daycare di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu ternyata atas perintah Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus itu. Di antara belasan tersangka itu dua orang merupakan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah, sedangkan 11 tersangka lainnya adalah pengasuh daycare tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Update Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Dua Anak Ketua Yayasan Ikut Diperiksa

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

“Kalau untuk aturan tertulis atau tata cara atau SOP itu tidak ada. Namun mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh Ketua Yayasan. Hal itu disampaikan secara lisan, secara langsung oleh Ketua Yayasan dan itu semua keterangan dari 11 pengasuh,” ujarnya.

Begitu juga dengan kepala sekolah, Adrian menyebut kepala sekolah dan ketua yayasan punya peran yang sama. Sebab, mereka dikatakan selalu hadir setiap pagi hari.

“Mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak. Jadi mereka mengetahui dan menyuruh melakukan hal itu,” ucapnya.

“Selain itu apa yang dilakukan pengasuh disampaikan turun-menurun. Artinya sebelum mereka sudah ada yang bekerja dan cara-cara itu disampaikan sama senior-senior mereka yang sudah keluar,” papar dia.

Mirisnya, 53 dari 103 balita yang dititipkan di daycare tersebut terverifikasi mengalami kekerasan. Adrian menyebut anak-anak malang itu mengalami perlakuan tak manusiawi sejak datang ke daycare pada pagi hari.

“Jadi langsung dari pagi hari. Nanti pas mau makan baru (anak-anak) dipakaikan baju dan difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada orang tua,” ujarnya.

Sedangkan orang tua murid, lanjutnya, memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam area daycare. Orang tua hanya dibolehkan masuk saat mendaftarkan anak untuk melihat fasilitas daycare.

“Namun setelah anak terdaftar jadi siswa, hanya bisa (dijemput dan diantar) di depan pagar. Untuk CCTV sebenarnya ada tiga titik, tapi mengarah ke jalan luar, tempat permainan, dan ruang tunggu tamu. Sedangkan di kamar-kamar tidak ada CCTV,” kata dia.

Lebih lanjut, pihak kepolisian sudah melakukan visum terhadap tiga orang korban anak. Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan rata-rata anak mengalami luka di bagian pergelangan tangan.

“Artinya mungkin itu luka dari ikatan. Namun kami masih mendalami lagi,” tuturnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanKetua YayasanKompol Rizky AdrianPolresta Yogyakarta

Related Posts

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Update Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Dua Anak Ketua Yayasan Ikut Diperiksa

Juli 31, 2026
Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, saat ditemui pada Kamis (30/7/2026).

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

Juli 30, 2026
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Baru Kasus Penganiayaan Anak Daycare Little Aresha

Juli 29, 2026
Bangkai patahan palang pintu perlintasan sebidang di JPL 349, Jalan Timoho, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, setelah ditabrak sebuah truk box misterius pada Selasa (21/7/2026).

Nekat Melaju Saat Palang Turun, Truk Box Hantam Perlintasan KA Timoho

Juli 21, 2026
Kanit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polisi Kantongi Identitas Penyokong Dana DPO Penganiaya Pelajar di Kotabaru

Juli 7, 2026
satu tersangka mereka ulang adegan ketika membacok pelajar hingga mengakibatkan meninggal dunia dalam rekontruksi di halaman Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polresta Yogyakarta Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Korban Terkena Bacok di Dada

Juli 7, 2026
Next Post
Jumpa Pers kasus pencurian demung slendro di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4/2026).

Residivis Curi 7 Bilah Demung Slendro di FIB UGM, Dijual ke Rosok Rp1,8 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.